Loading...

SD Islam Mutibahasa LUGHATUNA

SD ISLAM MULTIBAHASA LUGHATUNA
SD Islam Multibahasa Lughatuna merupakan merupakan sekolah Islam terpadu berstandar sekolah nasional dan internasional, berbahasa Arab dan Inggris, serta berfokus pada pendidikan berbasis ISLAMS (ISlamic, LAnguage, Maths, Science).

Per Kelas Maksimal 12 Siswa

Cambrigde Primary Checkpoint

Ahamdulillah, pada tanggal 9, 10 dan 11 April 2018, siswa kelas 4 SD Lughatuna mengikuti Cambridge Primary Checkpoint.

Cambridge Primary Checkpoint tests have been designed to assess learners at the end of Cambridge Primary. They are available in English, English as a second language, mathematics and science, and give valuable feedback on learners’ strengths and weaknesses before they progress to the next stage of education.

The tests are marked in Cambridge and provide schools with an external international benchmark for learner performance. Each learner receives a statement of achievement and a diagnostic feedback report, giving schools detailed information and parents extra trust in the feedback they receive.

We hold two Cambridge Primary Checkpoint test series each year, in May and October. The tests cover all major areas of learning in the Cambridge Primary curriculum frameworks for English, English as a second language, mathematics and science.

http://www.cambridgeinternational.org/programmes-and-qualifications/cambridge-primary/cambridge-primary-checkpoint/

 

Native Speaker

Alhamdulillah, per Agustus 2018, SD Lughatunâ telah menyertakan native speaker (penutur asli) bahasa Arab dalam mewujudkan peserta didiknya memiliki kemampuan bahasa Arab secara aktif.

Peranan native speaker (penutur asli) sangat penting dalam mempelajari bahasa asing. Native speaker memiliki pengejaan atau spelling dan pengucapan atau pronunciation serta aksen atau accent yang ‘tidak’ dimiliki pengajar lokal. Semakin dini anak berinterkasi dengan native speaker semakin baik bagi anak untuk mendapatkan aksen seperti penutur asli. Sebab kemampuan anak untuk mengucapkan bahasa kedua dengan aksen yang benar menurun berdasarkan usia; penurunan tajam terjadi setelah usia 10 hingga 12 tahun (Asher dan Garcia, 1969).

 


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ASESI

Asosiasi Sekolah Sunnah Indonesia