Tentang Kami

ASESI adalah perkumpulan komunikasi sekolah-sekolah yang berazaskan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah, bersifat independen, terbuka, kekeluargaan, dan musyawarah. Beranggotakan ratusan sekolah dan lembaga pendidikan lainnya dari semua jenjang pendidikan di seluruh Indonesia.

Berawal tahun 2011 pada expo pertama dengan nama Forum Komunikasi Lembaga pendidikan Sunnah Indonesia (FKLSI). Kemudian diresmikan menjadi Perkumpulan Komunikasi Sekolah Sunnah Indonesia (ASESI) melalui Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) pada Ahad, 3 Rajab 1437H, bertepatan pada 10 April 2016M sesuai catatan pada akta No. 3 notaris Ibu Eva Junaida, SH. Akta ini disetujui oleh Menkumham dengan surat keputusan No. AHU-0002885.AH.01.07.TAHUN 2017 tanggal 17 Februari 2017.

Pendiri awal sekaligus sebagai Dewan Pembina ASESI sesuai akta notaris tersebut yakni: 
(1) Ustadz Zaenal Abidin, Lc., 
(2) Ustadz Muhammad Elvi Syam, Lc., M.A.,
(3) Ustadz Suhuf Subhan, M.Pd.I. 

Adapun sebagai Pengawas sekaligus sebagai Dewan Pakar ASESI:
(i) Dr.Ir. Supriyanto, M.P.,
(ii) DR. Ir. Hary T. Budhyono, MBA.,
(iii) Ridwan Haris, Ph.D.,
(iv) DR. Nurul Mukhlisin, Lc., M.Ag.,
(v) Sri Darma Krida, S.Psi. 

Adapun Kepengurusan Harian ASESI pertama adalah sebagai berikut:
(a) Ketua Umum: Indra Hermawan, S.T.,
(b) Sekjen: Ir. Hendri Eka Jaya Putra, MM.,
(c) Wakil Sekjen: Aminullah Yasin, Lc.,
(d) Bendahara: Heidar Dwirganis, S.T., MM.,
(e) Wakil Bendahara: Sulaiman Efendi, S.Pd.I. 

Setelah sekian tahun berdiri, tujuan ASESI tidak pernah berubah yaitu meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anggota untuk bersinergi bersama agar para anggota menjadi lembaga pendidikan yang unggul sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertakwa hanya kepada Allah Subhanallahu wa Taa’la, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi manusia dan alam sekitarnya. ASESI berfungsi dalam hal peningkatan dan pengembangan kemampuan manajerial anggotanya, khususnya dalam manajemen pendidikan yang Islami sesuai pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah. Kemampuan manajerial anggota yang dimaksud, meliputi: i) Peningkatan kapasitas manajemen kelembagaan; ii) Peningkatan mutu SDM; iii) Pembelajaran dan pengabdian pada masyarakat; iv) Peningkatan mutu peserta didik dan lulusan; v) Peningkatan mutu penelitian pendidikan Sunnah dan penerapannya; vi) Pengembangan manajemen pendidikan Sunnah sesuai dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan syariat Islam.

Dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari ASESI dan para anggotanya selalu berpedoman pada 10 Prinsip Kode Etik ASESI sebagai prinsip moral, sistem norma, aturan, tata cara, dan pedoman yang harus diindahkan oleh kami. Ke-10 Prinsip Kode Etik tersebut antara lain:

Berpedoman kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman Shalafush Shalih.

Yaitu setiap anggota ASESI harus menjalankan prinsip-prinsip keislaman berlandaskan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman para sahabat. Hal ini berlaku dalam segala aspek, baik itu aqidah (keyakinan), syari’at, muamalah, ataupun akhlak dan perilaku.

Tetap berada di dalam bingkai NKRI.

Maksudnya adalah setiap anggota ASESI harus mendukung, turut mensukseskan dan memberikan masukan serta saran terhadap program-program pemerintah, selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip keislaman.

Pendidikan berpihak kepada semua lapisan masyarakat muslim.

Anggota ASESI yang merupakan lembaga pendidikan Islam yang memberlakukan pendidikan yang berpihak kepada semua lapisan masyarakat. Dalam prakteknya, masing-masing anggota diberi keluasan dalam menuangkan aturan dan kebijakan dengan tetap memperhatikan semua hak lapisan masyarakat muslim.

Nirlaba

Maksud dari nirlaba adalah setiap anggota ASESI dalam menjalankan semua kegiatan lembaganya bertujuan pada dakwah, sosial, kemasyarakatan atau lingkungan yang tidak semata-mata mencari keuntungan materi (uang).

Non partisan

Anggota ASESI tidak berpolitik praktis.

Anti Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN)

Anggota ASESI tidak melakukan praktik-pratik KKN dan bahkan harus memberikan kontribusi dalam pemberantasan praktik KKN yang terjadi di lingkungan sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Anti KKN ini harus menjadi landasan kegiatan setiap anggota ASESI seperti dalam rekrutmen baik guru, karyawan, ataupun siswa dengan mendahulukan kompetensi bukan karena unsur keluarga, anti suap, dan tidak menyalahgunakan wewenang.

Pengelolaan keuangan yang akuntabel

Yaitu memberlakukan pengelolaan keuangan yang mengacu pada prinsip-prinsip dan standar keuangan yang berlaku umum, dan tidak melakukan pengelolaan dana yang dilarang oleh syari’at sesuai hasil Musyawarah Dewan Pembina.

Berbadan Hukum

Setiap anggota ASESI harus berbadan hukum resmi yang terdaftar pada salah satu kementerian Republik Indonesia.

Saling memberi manfaat dengan semangat ukhuwah

Sesama anggota ASESI didorong untuk saling berbagi pengetahuan, praktik-praktik menejemen terbaik, pengelolaan finansial, dan sebagainya.

Saling menjaga nama baik (marwah) sesama anggota

Yaitu tidak mencemarkan nama baik lembaga lain yang tercatat dalam keanggotaan ASESI khususnya dan lembaga-lembaga pendidikan lain pada umumnya, termasuk juga saling menasehati sesama anggota dengan cara-cara santun dan lemah lembut serta  sesuai dengan tuntunan syari’at Islam.

Pengurus Pusat ASESI 2020-2023

Penguna baru daftar disini…